Cara menghitung HPL
Hari perkiraan lahir (HPL) jatuh 280 hari (40 minggu) setelah hari pertama haid terakhir (HPHT), dengan asumsi siklus 28 hari (rumus Naegele); jika siklus lebih panjang atau pendek, selisihnya diperhitungkan. Jika tanggal pembuahan diketahui, HPL = tanggal pembuahan + 266 hari. Pada program bayi tabung dihitung dari tanggal transfer embrio (hari ke-5 atau ke-3). Jika sudah USG, Anda juga bisa menghitung dari usia kehamilan hasil USG.
Usia kehamilan Anda
Hasilnya menunjukkan usia kehamilan hari ini dalam minggu dan hari, trimester, serta berapa hari lagi menuju HPL. Tabel menampilkan tahapan penting, seperti USG anomali sekitar minggu ke-20, awal trimester ketiga, dan masa cukup bulan (mulai minggu ke-37).
Perkiraan, bukan janji
Hanya sekitar 4–5% bayi lahir tepat pada HPL; sebagian besar lahir antara minggu ke-37 dan ke-42. Dokter atau bidan bisa menyesuaikan HPL setelah USG trimester pertama. Selalu ikuti saran mereka.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung HPL?
Tambahkan 280 hari (40 minggu) ke hari pertama haid terakhir. Cara cepat rumus Naegele: tanggal +7, bulan −3, tahun +1.
Dari kapan usia kehamilan dihitung?
Dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Karena itu pembuahan biasanya terjadi sekitar minggu ke-2.
Kapan USG anomali dilakukan?
Biasanya antara minggu ke-18 dan ke-22. Tabel menunjukkan perkiraan tanggalnya untuk kehamilan Anda.
Kapan kehamilan dianggap cukup bulan?
Mulai minggu ke-37. Setelah minggu ke-42 disebut lewat bulan (postterm).